Tampilkan postingan dengan label berita dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita dunia. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Februari 2010

Sang Pencetus Larangan Masjid Di Swiss Itu Kini Masuk Islam

Daniel Streich, politikus Swiss, yang tenar karena kampanye menentang pendirian masjid di negaranya, tanpa diduga-duga, memeluk Islam.

Streich merupakan seorang politikus terkenal, dan ia adalah orang pertama yang meluncurkan perihal larangan kubah masjid, dan bahkan mempunyai ide untuk menutup masjid-masjid di Swiss. Ia berasal dari Partai Rakyat Swiss (SVP). Deklarasi konversi Streich ke Islam membuat heboh Swiss.

Streich mempropagandakan anti-gerakan Islam begitu meluas ke senatero negeri. Ia menaburkan benih-benih kemarahan dan cemoohan bagi umat Islam di Negara itu, dan membuka jalan bagi opini publik terhadap mimbar dan kubah masjid.

Tapi sekarang Streich telah menjadi seorang pemeluk Islam. Tanpa diduganya sama sekali, pemikiran anti-Islam yang akhirnya membawanya begitu dekat dengan agama ini. Streich bahkan sekarang mempunyai keinginan untuk membangun masjid yang paling indah di Eropa di Swiss.

Yang paling menarik dalam hal ini adalah bahwa pada saat ini ada empat masjid di Swiss dan Streich ingin membuat masjid yang kelima. Ia mengakui ingin mencari “pengampunan dosanya” yang telah meracuni Islam. Sekarang adalah fakta bahwa larangan kubah masjid telah memperoleh status hukum.

Abdul Majid Aldai, presiden OPI, sebuah LSM, bekerja untuk kesejahteraan Muslim, mengatakan bahwa orang Eropa sebenarnya memiliki keinginan yang besar untuk mengetahui tentang Islam. Beberapa dari mereka ingin tahu tentang hubungan antara Islam dan terorisme; sama halnya dengan Streich. Ceritanya, ternyata selama konfrontasi, Streich mempelajari Alquran dan mulai memahami Islam.

Streich adalah seorang anggota penting Partai Rakyat Swiss (SVP). Ia mempunyai posisi penting dan pengaruhnya menentukan kebijakan partai. Selain petisinya tentang kubah masjid itu, ia juga pernah memenangkan militer di Swiss Army karena popularitasnya.

Lahir di sebuah keluarga Kristen, Streich melakukan studi komprehensif Islam semata-mata untuk memfitnah Islam, tapi ajaran Islam memiliki dampak yang mendalam pada dirinya. Akhirnya ia malah antipati terhadap pemikirannya sendiri dan dari kegiatan politiknya, dan dia memeluk Islam. Streich sendiri kemdian disebut oleh SVO sebagai setan.

Dulu, ia mengatakan bahwa ia sering meluangkan waktu membaca Alkitab dan sering pergi ke gereja, tapi sekarang ia membaca Alquran dan melakukan salat lima waktu setiap hari. Dia membatalkan keanggotaannya di partai dan membuat pernyataan publik tentang ia masuk Islam. Streich mengatakan bahwa ia telah menemukan kebenaran hidup dalam Islam, yang tidak dapat ia temukan dalam agama sebelumnya. (eramuslim.com, 1/2/2010)

Kamis, 21 Januari 2010

Aljazeera Tayangkan Film Dokumenter: Ketakutan Rezim & Meningkatnya Aktivitas Hizbut Tahrir di Asia Tengah

Saluran televisi satelit Aljazeera berbahasa Inggris dalam pekan ini dalam sebuah program acara People & Power menayangkan sebuah film dokumenter tentang ‘ekstrimisme agama’ di Asia Tengah. Film yang dibuat oleh Michael Anderson tersebut mengungkap kenyataan kepalsuan dari rezim diktator di Asia Tengah yang melakukan berbagai upaya untuk menghentikan gerakan Hizbut Tahrir.

Michael Anderson adalah seorang ilmuwan politik dan wartawan yang telah menghabiskan bertahun-tahun di Asia Tengah telah membuat sebuah film dokumenter yang menceritakan tentang situasi persoalan ekstrimisme di Asia Tegah.

Dalam wawancaranya kepada Ferghana.ru, Michael Anderson mengatakan bahwa selama bertahun-tahun, dirinya telah mengamati bagaimana para diktator di Asia Tengah telah menggunakan ‘ancaman’ ini dari apa yang disebut ‘ekstrimisme’ untuk menindas siapa pun yang tidak setuju dengan mereka. “Hanya dengan label mereka ‘ekstrimis’ atau ‘teroris’”, kata Anderson.

Menurutnya, para politisi Barat ‘membeli’ propaganda dari orang-orang seperti diktator Uzbekistan Islam Karimov. Itulah diantara alasan, Anderson memutuskan untuk membuat film yang berjudul “Mitos Ekstrimisme Agama di Asia Tengah”

Anderson mengatakan bahwa di Asia Tengah, sebelumnya ekstrimisme bukan ancaman, tetapi sekarang terjadi berkat orang-orang seperti Karimov. Pada tahun 1990-an, saat itu para pemimpin di Asia Tengah mulai memperingatkan terhadap apa yang disebut ‘ekstrimisme’ dan ‘radikalisme’, dan ancaman itu sangat terbatas.

Tetapi, Karimov dan kawan-kawannya telah menggunakan citra ekstrimisme Islam untuk menakut-nakuti penduduk lokal agar tunduk, seperti ‘hanya aku yang dapat melindungi Anda terhadap teroris Islam yang berbahaya ini’ sehingga atas nama stabilitas, demokrasi harus menunggu, katanya.

Anderson mengemukakan, Karimov seolah menambahkan pernyataanya ‘dan siapa pun yang berani mengkritik saya adalah seorang pengkhianat atau ekstrimis dan akan dilemparkan ke dalam penjada, disiksa, dll’.

Apa yang Terjadi Hari ini?

Hari ini, menurut Anderson, sebagai akibat langsung dari penindasan rezim dan mereka gagal dalam kebijakan sosial dan ekonomi, ancaman dari ekstrimisme tersebut semakin meningkat. Rezim telah mengubah nubuat mereka ke dalam kebenaran.

“Seperti banyak pakar analisis telah menujukkan, organisasi seperti Hizbut Tahrir memperoleh lebih banyak anggota sepanjang waktu. Dan lebih penting lagi, masih lebih banyak orang yang bersimpati dengan apa yang mereka usulkan, walaupun mereka bukan anggota dari organisasi ini,” kata Anderson kepada Ferghana.ru.

Ia memberikan penekanan, “Tapi, dan ini sangat penting, sekalipun rekayasa primitif oleh para rezim di Asia Tengah, tak seorang pun pernah membuktikan bahwa Hizbut Tahrir telah benar-benar menggunakan kekerasan.

Dalam film dokumentar garapannya, Duta Besar OSCE Bishkek, Andrew Tesoriere, mengakatan kepadanya, “hak-hak orang dalam tahanan, bahkan walaupun orang-orang tersebut diduga terorisme, harus dihormati. Jika Anda tidak melakukan hal tersebut, Anda akan memperbanyak masalah ekstrimisme dan bahkan terorisme”

Terkait tragedi Andijan, ia memberikan komentar, “Secara pribadi saya berpikir bahwa peristiwa Andijan pada 2005, dan sejumlah kecil demonstrasi dan penembakkan di Asia Tengah selama beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa semakin banyak orang memang merasa terdong ke ekstrim.”

“Dan ketika Anda melihat apa yang para rezim di Asia Tengah lakukan kepada masyarakat, dapatkan Anda menyalahkan mereka?” katanya.

Kesan Terbesar: ‘Para Pahlawan

Dalam pembuatan film dokumenternya itu, Anderson mengaku sangat berkesan terhadap para ‘pahlawan’ yang berani seperti para pembela hak asasi manusia, para pengacara, dan wartawan yang terus bertahan menghadapi rezim brutal tersebut. Padahal, rezim korum sering membahayakan kehidupan mereka, seperti yang terlihat hampir setiap pekan.

“Kesan saya yang lain adalah bahwa kemanusian dan keluarga diperlakukan sangat brutal oleh rezim. Orang-orang bersalah dilemparkan ke dalam penjara selama 20 tahun untuk kejahatan yang semua orang tahu mereka tidak melakukannya, tanpa pengadilan yang layak, bahkan tanpa akses pengacara. Atau kebrutalan polisi, penyiksaan, atau…. Ini adalah kehidupan sehari-hari bagi ribuan orang tak berdosa di daerah tersebut,” katanya.

“Ya, situasi yang terburuk di Uzbekistan, tetapi jelas, bahwa para pemimpin yang lainnya kini semakin mengambil ‘cara Uzbek’,” tambahnya lagi.

Film yang diproduksi oleh Mulberry Media tersebut dapat disaksikan oleh seluruh kaum Muslim di seantero dunia di saluran televisi Al-Jazeera bahasa Inggris, mulai hari Rabu hingga Ahad pada acara People & Power, Kamis: 08.30/21.00/02.30 WIB, Jumat: 23.30 WIB, Sabtu: 10.30/03.00 WIB, dan Ahad: 12.30 WIB.

Minggu, 20 Desember 2009

Hizbut Tahrir Amerika Sekali Lagi Akan Menggoncang Jantungnya Peradaban Kapitalisme

Syabab.Com - Di jantungnya peradaban sampah kapitalisme, kembali Hizbut Tahrir bakal menggoncang Amerika. Hizbut Tahrir Amerika (HTA), salah satu cabang partai Islam internasional yang gemar menyerukan Khilafah tersebut akan menggelar sebuah acara publik di pinggiran kota Chicago untuk membicarakan krisis Pakistan, Ahad (20/12/09). Seperti biasa, para pembenci Islam yang menyebut dirinya pembela kebebasan dan demokrasi, berupaya untuk menggagalkan acara tersebut dengan tuduhan-tuduhan palsu yang dipaksakan.

Sebuah kelompok yang bernama Responbility for Equality and Liberty (REAL) telah membuat sebuah tulisan terkait rencana Hizbut Tahrir Amerika tersebut. Di dalam artikel yang dimuat di situsnya, REAL, disebutkan, "Sekali lagi, pinggiran kota di Chicago akan menjadi target acara publik oleh anti demokrasi, organisasi supremasis Islam Hizbut Tahrir pada hari Ahad, 20 Desember-kali ini menggunakan pusat masyarakat yang dikelola pemerintah di Lombard, Illinois."

Dengan kebencian, kelompok pembela kebebasan tersebut menuduh Hizbut Tahrir sebagai sebuah kelompok ekstrim yang menentang demokrasi dan kebebasan beragama. "Hizbut Tahrir Amerika sedang mengadakan acara terbarunya di desa pinggiran kota Chicago, Lombard, Illinois dengan judul Krisis Pakistan- Kejadian Kini & Arah Masa Depan."

Dengan penuh kebencian, kelompok yang menyebut dirinya pembela kebebasan tersebut malah berupaya untuk memberikan kebebasan kepada Hizbut Tahrir berbicara. Mereka berupaya menggalkan kegiatan tersebut.

Disebutkan bahwa Hizbut Tahrir Amerika telah menyewa Lombard Community Buiding di Jalan St Charles Timur 433 untuk tanggal 20 Desember 2009 pukul 5:00-6:30 Waktu Pusat.

"Kami yakin bahwa Desa Distrik Lombard Park dan Pemerintah Lombard tidah tahu siapa dan apa Hizbut Tahrir, atau bahkan mereka berfikir untuk bertanya. Kami mendesak para pembaca untuk menghubungi pemerintah dan media Lombard untuk membuat mereka sadar akan hal ini," sebutnya dalam tulisan di website REAL.

Kelompok REAL juga menyinggung aktivitas Hizbut Tahrir di Kanada yang telah menggunakan fasilitas pemerintah untuk acaranya pada bulan Juli. REAL juga menyebarkan berbagai tuduhan palsu, baik dari media barat ataupun dari sumber-sumber yang tidak difahami.

Dalam komentarnya, kantor berita Hizbut Tahrir Palestina menyebutkan bahwa tulisan dari REAL tersebut penuh dengan kesalahan, kebohongan dan kepalsuan.

"Banyak informasi yang tidak berdasar, sehingga mereka menyesatkan orang-orang Amerika dan mengisinya dengan kebencian dan permusuhan terhadap Islam dan Muslim. Mereka juga ingin mengirim pesan kepada Muslim di Amerika dan intimidasi kepada Hizbut Tahrir dengan label-label terorisme untuk menghubungkannya dengan Taliban dan Al-Qaeda, sehingga menjauhinya."

Sebelumnya, REAL juga berupaya menggagalkan acara publik Hizbut Tahrir Amerika untuk pertama kalinya, ketika menggelar Konferensi Khilafah dengan tema "Kejatuhan Kapitalisme dan Kebangkitan Islam". Namun, acara tetap berlangsung di Hotel Hilton, Oak Lawn Illinois Chicago. Pesan-pesan Islam dan seruan penegakkan Khilafah pun semakin membahana di bumi Amerika. Media setempat memberitakan kegiatan tersebut.

"Dan sesungguhnya mereka telah membuat makar yang besar padahal di sisi Allah-lah (balasan) makar mereka itu. Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya." (TQS. Ibrahim [14]: 046)

Bagaimana pun juga, kebangkitan Islam telah dijanjikan. Sekuat apa pun upaya kafir barat menghalanginya, fajar kemenangan Islam pasti akan tiba juga hingga Islam benar-benar meliputi ujung timur dan ujung barat bumi ini. Insya Allah. [z/real/htpal/syabab.com]

Rabu, 18 November 2009

Israel Abaikan PBB dan AS


YERUSALEM - Israel kemarin mengabaikan kritikan tajam atas pembangunan 900 rumah baru di Yerusalem timur. Dunia mengecam rencana pembangunan permukiman baru itu.

Menteri Dalam Negeri Israel Eli Yishai membela bahwa keputusan departemennya untuk menyetujui pembangunan 900 rumah di Gilo, Yerusalem Timur itu sebagai bagian integral ibu kota. Padahal, rakyat Palestina ingin wilayah itu sebagai ibu kota negara mereka.

"Pembangunan pemukiman di Yerusalem tidak bisa dihentikan, Gilo itu terletak di Yerusalem," katanya.

Gilo merupakan salah satu dari puluhan pemukiman yahudi di bagian timur Kota Suci Yerusalem yang diambil alih Israel namun tidak mendapatkan pengakuan internasional. Pemukiman di wilayah pendudukan dianggap ilegal berdasarkan hukum internasional.

"Yerusalem adalah ibu kota Israel dan masih tetap ibu kota," kata Mark Regev, juru bicara PM Israel.

Tak ayal, Amerika Serikat dan PBB mengecam Israel yang menyetujui penambahan 900 unit rumah di pemukiman Yahudi itu. Gedung Putih juga menuding Israel merusak upaya Obama guna melanjutkan pembicaraan perdamaian dengan Palestina yang mengalami kebuntuan sejak Desember.

Presiden AS Barack Obama langsung menekan Israel agar menghentikan proyek permukimannya. Menurut Obama, pem-bangunan permukiman akan menyebabkan situasi berbahaya dengan Palestina.

"Saya rasa pembangunan permukiman tambahan justru tidak akan baik bagi keamanan Israel. Saya rasa ini hanya akan mempersulit mereka berdamai dengan tetangga mereka," ujar Obama kepada Fox News sebagaimana dikutip Reuters.

"Saya rasa ini justru akan membuat jengkel Palestina dan bisa menyebabkan situasi yang sangat berbahaya."

Sedangkan Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan langkah itu akan menghambat perundingan Israel-Palestina. Ban mengungkapkan bahwa tindakan semacam itu merusak upaya bagi perdamaian dan mencuatkan keraguan mengenai kelangsungan hidup tentang penyelesaian dua negara bagi Israel dan Palestina.

Hal senada juga diungkapkan Prancis. "Keputusan Israel itu membuat kita kecewa," papar Menteri Luar Negeri Prancis Bernard Kouchner sebelum bertemu dengan PM Israel Benjamin Netanyahu.

Dari dunia Islam, Arab Saudi juga menyuarakan protes keras. Juru Bicara Departemen Luar Negeri Saudi Arabia Osama Nugali mengungkapkan, langkah Israel itu merupakan tantangan besar dalam merumuskan proses perdamaian.

Dari pihak Palestina, Presiden Mahmoud Abbas mengungkapkan bahwa tindakan Israel merusak kesempatan terakhir bagi proses perdamaian. Abbas telah mengatakan pembicaraan perdamaian yang macet sejak Desember mungkin hanya dapat dilanjutkan segera setelah Israel membekukan pembangunan permukiman.

"Langkah Israel itu menjadikan pihak Palestina tidak memiliki pilihan tetapi tetap akan mencari pengakuan internasional terhadap negara Palestina," katanya setelah berundin dengan Presiden Mesir Hosni Mubarak.

"Kita merasa berada pada posisi yang sulit. Apa solusi bagi kita? Tetap sepeti ini tidak ada ada perdamaian? Dan itulah kenapa saya mengambil langkah ini," imbuhnya.

Kepala juru runding Palestina Saeb Erakat menyatakan pemerintah Palestina sangat mengutuk aksi itu. "Pembangunan pemukiman harus dihentikan. Ini merupakan salah satu cara kita kembali ke proses perdamaian yang sebenarnya," paparnya.

Israel menguasai Yerusalem timur ketika Perang Enam Hari 1967 dan pengakuan itu tidak mendapatkan dukungan internasional. Pencaplokan Yerusalem timur karena Israel menganggap bahwa itu merupakan bagian dari Kota Suci yang ibukota "abadi, tak dapat dibagi".

Jumlah orang yang tinggal di pemukiman Gilo telah mencapai 40.000 orang Israel. Israel menolak gambaran internasional mengenai Gilo sebagai permukiman, dan menyatakan itu adalah "lingkungan Jerusalem", kota yang diklaimnya sebagai ibu kotanya.

Secara keseluruhan sebanyak 500.000 orang Yahudi tinggal di Tepi Barat dan Jerusalem timur di antara 2,7 juta orang Palestina.
(okezone.com 19 november2009)

Selasa, 17 November 2009

Artileri Taliban Tewaskan 3 Tentara Afghanistan


Kabul - Kematian terus menghantui tentara Afghanistan, hari Ahad kemarin tiga tentara Afghan kembali tewas dalam serangan artileri pejuang Taliban, laporan ini disampaikan pihak NATO hari ahad.

Dua tentara juga ikut terluka dalam serangan yang terjadi di distrik Qazi Abad, timur propinsi Kunar, yang berdekatan dengan perbatasan Pakistan, kata menteri pertahanan Afghanistan dalam statemennya.

Saat ini, Amerika Serikat dan negara-negara NATO sedang berusaha melatih secara keras pasukan Afghanistan agar dapat layak bertempur melawan Taliban.

Dibanding dengan polisi Afghan, tentara Afghanistan hanya berjumlah sekitar 90,000 saja, maka dianggap lebih baik melatih mereka dan melengkapi perlengkapan tempur.
muslimdaily.net

Komitmen Amerika untuk melatih dan melengkapi peralatan tempur moderen pasukan Afghanistan ini dibuktikan dengan memberikan dua pesawat militer C-27, pesawat tersebut diserahkan ke menteri pertahanan Afghanistan hari Ahad kemarin.

Dalam penyerahan yang dihadiri komandan utama NATO di Afghanistan Jenderal Stanley McChrystal dan menteri pertahanan Afghan Abdul Rahim Wardak, dua pesawat tersebut diantarkan kepada tentara Afghanistan di Kabul.

Pasukan internasional dan tentara Afghanistan terus meningkatkan jumlah pasukan dan peralatan moderen ditengah gempuran sengit pejuang Taliban. Serangan-serangan terkoordinasi baik pejuang Taliban semakin meningkat frekuensinya. Beberapa wilayah bahkan dikuasai total pejuang Taliban, seperti yang terjadi pada awal bulan ini, dimana dua pos milik pasukan Amerika di wilayah Nuristan berhasil mereka ambil alih bersama peralatan perang yang ditinggalkan. 300 pejuang Taliban terlibat pertempuran pada tanggal 3 Oktober tersebut, karena kewalahan pasukan Amerika segera diperintahkan ditarik dari dua pos mereka di wilayah timur propinsi Nuristan tersebut.

Senin, 16 November 2009

Israel Ancam Caplok Wilayah Tepi Barat Lagi


Israel mengancam akan mencaplok lebih banyak lagi wilayah di Tepi Barat jika pihak Palestina mengumumkan kemerdekaan tanpa "menghiraukan" perjanjian damai.

"Jika Palestina mengambil langkah unilateral, Israel juga akan 'melanggar hukum' dengan mencaplok beberapa pemukiman," kata mentri lingkungan penjajah Israel Gilad Erdan, yang memiliki hubungan dekat dengan PM Netanyahu kepad radio Israel, hari Senin 16 November.

Dia juga mengancam akan memperketat pembatasan akses bagi warga Palestina di Tepi Barat.

Ucapan ini sebagai respon atas sikap pemimpin Palestina di Tepi Barat yang mencari dukungan PBB untuk mengakui kemerdekaan Palestina dengan AL Quds sebagai ibukotanya.

Israel menganeksasi AL Quds sejak tahun 1967 yang selanjutnya dengan hasil agresi itu, yahudi Israel selalu melakukan penistaan terhadap umat Islam di Tepi Barat khususnya dan Masjid Al Aqsho.

[muslimdaily.net/ptv]

Menhan AS Larang Publikasi Foto Penyiksaan


Menteri pertahanan Amerika Robert Gates telah melarang peredaran foto-foto baru yang menunjukkan penyiksaan terhadap tahanan di penjara Irak dan Afghanistan yang dilakukan tentara bejat Amerika.

Gates beralasan bahwa pemuatan foto-foto mengerikan tersebut akan berdampak buruk pada masyaraka Amerika, para tentara dan keluarganya.

The American Civil Liberties Union (ACLU) telah meminta untuk merilis 21 foto dengan dasar undang-undang kebebasan informasi.

Pemerintah Obama menurut pengadilan federal pada Jumat lalu telah mencoba mengintervensi pengadilan dengan dengan keterlibatan Gates tersebut.

Pengadilan Federal telah menolak argumen pemerintah untuk melarang pemuatan foto-foto tersebut, yang kemudian memberikan kesempatan pada konggres untuk memberikan kekuatan baru kepada Gates dibawah peraturan baru yang telah ditandatangani Obama bulan lalu.

Lebih lanjut menurut jubir Pentagon pemuatan foto-foto baru tersebut akan berpengaruh terhadap operasi militer yang dilakukan agresor AS di Irak dan Afghanistan.

Dalam sejumlah foto yang belumbpernah dipublikasikan sebelumnya tersebut nampak sejumlah tentara AS menodongkan pistol terhadap tawanan yang tengah ditutup kepalanya dan dengan tangan terborgol.

Dalam foto yang lain terdapat seorang tentara AS yang tengah memegang sapu dengan ujung yang dimasukkan ke anus seorang tahanan.

[muslimdaily.net/ptv]

Obama Tak Lebih Baik dari Bush


TEHERAN--Anggota parlemen Iran, Ali Larijani kecewa, menanggapi langkah AS memperbarui sanksi terhadap negaranya dan tindakan menyita gedung pencakar langit di New York yang berhubungan dengan Iran. "Barack Obama tidak lebih baik dari George W. Bush," kata Larijaini, Ahad (15/11).

Sikap Larijani dipicu pernyataan Obama dalam kunjungannya di beberapa negara Asia. Ia mengatakan, waktu untuk diplomasi seputar penyelesaian program nuklir Iran makin menipis. Teheran bersikukuh pada pendapatnya bahwa program tersebut untuk tujuan perdamaian, sementara Barat menduga ada tujuan militer yang terselubung.

Sejak menjabat Januari lalu, Obama melunakkan upaya diplomatis untuk mendekati Iran, namun AS tetap kencang menentang program nuklir itu. "Setelah setahun memberikan pidato dan slogan yang tidak berdasar, sangat disayangkan ternyata tindakan dan sikap Presiden AS yang ini tak lebih baik dari pendahulunya," ucapnya seperti dilansir IRNA, kantor berita setempat.

Jaksa AS mengeluarkan tuntutan perdata untuk mengambil kepemilikan Yayasan Alavi dan Assa Corporation dari sebuah gedung 36 lantai yang berlokasi di 650 Fifth Avenue, Manhattan. Para jaksa beralasan, kedua lembaga tersebut memasok dana ke Bank Melli, lembaga keuangan milik Pemerintah Iran. Departemen Keuangan AS menyatakan bank tersebut berperan dalam pembuatan senjata dan melarang penduduk AS menjadi nasabahnya.

Sebelumnya, Obama memperbaharui beberapa sanksi keuangan AS terhadap Iran. Obama memberitahu Kongres AS dirinya telah memperpanjang sepaket penilaian AS atas Iran untuk setahun mendatang. "Hubungan AS dan Iran belum kembali normal," katanya.

Sanksi yang diperbaharui Obama mencakup pembekuan sejumlah aset milik warga Iran. Sanksi tersebut merupakan perpanjangan kebijakan Pemerintah AS pada November 1979, berkaitan dengan krisis yang terjadi di Iran. Sanksi tersebut bisa diperpanjang tiap tahunnya oleh presiden yang berkuasa.

Larijani mengatakan, perpanjangan peraturan dan sanksi terhadap Iran untuk setahun mendatang serta pembekuan aset juga rekening Yayasan Alavi di AS menunjukkan dalamnya perubahan yang terjadi di sana. Ia juga mengatakan, upaya AS yang menyengketakan hasil pemilu Iran Juni lalu sebagai 'aksi kekanakan'. "Perubahan yang diklaim Obama tak lebih dari sinyal palsu," tukasnya. (Republika online, 16/11/2009)

Sabtu, 14 November 2009

Israel Tutup Masjid Ibrahimi di Hebron


HEBRON–Pasukan Israel Jumat (13/11) menutup masjid Ibrahimi Hebron tengah selatan Tepi Barat. Sumber-sumber local menyebutkan, pasukan Israel menutup masjid masjid tersebut selesai shalat jumat dan akan menutupnya hingga hari ini Sabtu dengan alasan keamanan yang tidak disebutkan. Pasukan Israel mengizinkan kepada warga mengadakan shalat subuh dan jumat kemudian menutup kembali.

Sementara itu, Syekh Taisir Tamimi dalam khutbah jumatnya di masjid tersebut mengecam penutupan masjid dan memperingatkan Israel agar tidak mengekang gerak warga umat Islam terus menerus terutama parapemudanya. Ia juga mengecam pelanggaran terus menerus yang dilakukan masukan Israel.

Syekh Ikrimah menegaskan bahwa tindakan kekerasan Israel terhadap masjid Ibrahimi sebagai perang ganas yang didukung oleh Amerika. Ia menyerukan kepada rakyat Palestina untuk terus melakukan aktifitas ibadah dan ibadah lainnya di masjid Al-Aqsha dan menghadang konspirasi Israel di sana. (Republika online, 14/11/2009)

Muslim AS Protes Penyitaan Masjid


NEW YORK-Penyegelan empat masjid oleh Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengundang reaksi keras. Pemimpin kelompok Muslim Amerika menganggap bahwa dalam kasus tersebut pemerintah AS bertindak berlebihan.

“Muslim Amerika dan komunitas agama pada umumnya harus melarang penggiringan isu masjid ke ranah ketegangan politik,” ujar Imam Mahdi Bray, direktur eksekutif Lembaga Pembebasan Muslim Amerika seperti dikutip situs CNN.com. Menurut dia, tidak sewajarnya ketegangan politik antara AS dan Iran ikut mempengaruhi kehidupan masjid-masjid di AS.

Jaksa pemerintah federal mengungkapkan bahwa penyitaan itu bukan merupakan upaya untuk menutup masjid di AS. “Tidak ada indikasi dan langkah yang salah dalam kasus ini,” kata juru bicara kejaksaan AS untuk distrik selatan New York, Yusill Scribner.

Sebelumnya, pemerintah AS menyita empat masjid, beberapa sekolah, dan gedung 36 lantai di New York karena properti tersebut dimiliki lembaga yang terkait dengan pemerintah Iran. Lembaga itu bernama Alavi Foundation. Pemerintah AS mencurigai lembaga tersebut berhubungan dengan bank yang selama ini dipandang ikut membiayai program nuklir Iran.

Lembaga Pembebasan Muslim Amerika menganggap penyitaan tersebut merupakan tindakan yang mengancam kebebasan beragama di AS. Lebih jauh lagi, lembaga tersebut juga meyakini bahwa penyitaan masjid bisa menimbulkan ketegangan hubungan antara masyarakat Muslim dengan pemerintah AS. (Republika online, 14/11/2009)

Inggris Minta Tambahan 5.000 Tentara ke Afghanistan


LONDON-Perdana Menteri Inggris Gordon Brown, Jumat mengatakan Inggris sedang berusaha membujuk sekutu-sekutu militernya yang memerangi gerilyawan Taliban di Afghanistan mengirim 5.000 tentara lagi.

Ia mengatakan ia telah mulai melakukan usaha diplomatik untuk mendorong para anggota koalisi pasukan bantuan keamanan internasional (ISAF) yang dipimpin NATO berbagi beban tempur dan membantu melatih serdadu Afghanistan.

Inggris ingin secara bertahap menyerahkan kontrol atas daerah-daerah negara itu kepada pasukan Afghanistan untuk membuka jalan bagi penarikan pasukan Barat.

“Saya bertanggungjawab untuk meminta negara-negara lain di Eropa dan luar Eropa jika mereka mendukung strategi kemitraan pasukan Afghanistan, melatih pasukan Afghanistan,” kata Brown kepada radio BBC.

“Saya meminta mereka membantu, saya kira kami mungkin dapat 5.000 tentara tambahan untuk Afghanistan dari NATO dan luar NATO dan Inggris akan merupakan bagian dari itu.”

Desakan diplomatik itu datang ketika para pejabat NATO bertemu di Edinburgh dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama terus mempertimbangkan opsi-opsi untuk menambah pasukan AS di Afghanistan, berkisar antara 10.000 sampai 40.000 personil .

Inggris telah mengatakan mereka siap mengirim 500 tentara lagi untuk bergabung dengan 9.000 tentara yang sudah ditempatkan di Afghanistan, tetapi hanya sebagai bagian dari peningkatan lebih luas pasukan. Lebih dari 100.000 tentara Barat bertugas di Afghanistan, dengan sekitar 67.000 tentara dari Amerika Serikat. (Republika online, 14/11/2009)

Arsip Blog

chating pengunjung


ShoutMix chat widget

kegiatan

 

"BERFIKIR IDEOLOGIS, BERTINDAK SIYASIH, ISTIQAMAH DALAM DAKWAH" | Copyright © Hanya Milik Allah SWT | template By: NdyTeeN.. Powered by Blogger.