Rabu, 18 November 2009

MENIMBANG DUNIA KAMPUS


Dunia kampus merupakan maket kecil dari kehidupan masyarakat. Apa yang kita temukan dimasyarakat selalu ada didunia kampus. Klo’ dimasyarakat ada perkelahian atau tauran maka dikampus juga ada. Klo’ dimasyarakat ada perjudian, narkoba, minuman keras dan CD Vorno maka dikampuspun ada. Klo’ dimasyarakat sering terjadi tindak kriminal (baca: pencurian,pembunuhan,pelecehan dan pemerkosaan) maka dikampus pun ada. Klo’ dimasyarakat terjadi ketidakadilan, eksplorasi kaum lemah oleh sang diktator, politik praktis yang kotor, korupsi,kolusi dan nepotisme, maka dikampus pun ada. Klo’ dimasyarakat selalu ada individu minimalis, dan individu idealis maka dikampus pun ada. Namun satu hal yang perlu dicatat tidak selamanya apa yang ada dikampus ada dimasyarakat. Anda dapat melihat dalam lembaran sejarah, betapa perubahan underground terhadap status quo yang ada, di akhir dekade ini selalu berawal dari dunia kampus. Kenyataan2 inilah yang menjadikan dunia kampus serasa dunia lain buat teman-teman yang masih tabuh.

Ibarat perahu, kemana perahu akan dibawa tergantung nahkoda. Warna kehidupan kampus tak dapat dilepaskan dari warna kehidupan masyarakat beserta seperangkat pemikiran, perasaan, dan aturan yang melingkupinya. Ketika masyarakat saat ini cara dan tata hidupnya mengikuti perdaban yang tidak lahir dari Islam, maka representasi sederhananya dapat kita temukan dikampus. Tengoklah kehidupan sebagian teman2 mahasiswa, mulai dari yang urakan, bebas, semau gue, hedonis, permisif, dan punya pikiran liberal, sedikit banyak menghiasi dunia kampus kita. Karena itu ketika aib buruk menerpa kaum intelek ini katenye (baca : mahasiswa) dunia kampus tidak lagi merasa berdosa, dengan enteng mereka berucap : ” yah..githo lhoooo”. Per?nya ; Dimana kemulian orang terpelajar.

Predikat mahasiswa berbeda dengan siswa. Biasanya yang namanya mahasiswa dianggap udah dewasa, sehingga pihak kampus (pen : orang tua dikampung) pun ngak begitu peduli dengan ideologi atau pemikiran yang berkembang dikalangan mahasiswa. Tumbal dari semuanya ruh kebebasan inspirasi terbesar kehidupan kampus. Tentu keadaan ini sangat rawan, apa lagi buat kita yang MABA menjadi sasaran target (maklum dari kampung kodonggg).

Anda bertanya ; Klo’ begitu pade bagaimana masaya kodong, namaukah kuliah?.
Jawabannya, tidak usah pusing tujuh keliling, jawabnya ada pada pilihan anda sendiri. Menuntut ilmu adalah kewajiban (baca : kuliah), namun kita tidak dapat melepaskan diri dari kehidupan sosial yang ada. Kita pun tidak bisa menjadi orang yang cuek bebek. Sebab bebek tidak dapat berbuat banyak, kecuali ngakguk kemana ia dibawa. (Pen : tidak ada sejarah bebek raja hutan)

Karena itu agar tidak terjerumus dalam kehidupan mahasiswa yang nyeleneh maka kudu pinter memilih ”geng” kampus atau organisasi mahasiswa. Demikian juga bila banyak bergaul dengan geng mahasiswa yang suka mengkaji ’kitab-kitab Karl Marx Cs., cepat atau lambat pikiran kita bakal terpengaruh ide-ide Marx yang anti Tuhan itu.
Sebagai seorang muslim, yang kebetulan berstatus mahasiswa. Kita mesti pede berucap ;” Ana Muslim”. Kemuslimin yang tidak hanya sampai dimulut, tetapi sepenuhnya menjadikan Ideologi Islam sebagai ruh dan semangat perjuangannya. Kita pun sudah selayaknya berpikir dan bersikap sesuai dengan Islam. Dimana pun kita berada.
Ingaa-3. Hidup dikampus sangatlah singkat. Sayang seribu sayang jika sekiranya waktu yang singkat ini hanya berkutat dengan kuliah dan pratikum. Satu hal yang perlu dicatat, kita hidup didunia tidak hanya untuk menjadi orang yang menguasai iptek, tetapi kita hidup untuk meraih kebahagian didunia saat ini dan akhirat kelak. Semua itu hanya ada dalam ketaatan total kepada perintah Sang Pencipta kita (baca : Allah SWT). Dan ketaatan total itu hanya terwujud dengan diterapkanya syariat Islam dalam bingkai Daulah Khilafah Islam.

Intinya jadikan kampus sebagai tempat menimba ilmu dan berjuang demi kemuliaan Islam. Penghujung ridha Ilahi kami LK-USWAH menunggu adik disimpang kemulian.

COMMENTS :

Don't Spam Here

0 komentar to “MENIMBANG DUNIA KAMPUS”

Posting Komentar

 

"BERFIKIR IDEOLOGIS, BERTINDAK SIYASIH, ISTIQAMAH DALAM DAKWAH" | Copyright © Hanya Milik Allah SWT | template By: NdyTeeN.. Powered by Blogger.