Minggu, 15 November 2009

PEMUDA BERJIWA QUR'ANI


"Sesungguhnya al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada jalan yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal sholeh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar."
(TQS. al-Isra [17]: 9).

Saudaraku para Pemuda, kita adalah pelanjut kehidupan Islam dan di pundak kita terdapat tanggung jawab untuk memuliakan kalimat Laa Ilaha Illallah di muka bumi. Hal yang tidak dapat dipungkiri di dalam darah pemuda mengalir semangat juang yang tinggi, hal ini terbukti dengan perjalanan sejarah di dunia ini yang selalu melibatkan para Pemuda bahkan tidak jarang menjadi pelopor terdepan didalam perubahan bahkan revolusi sebuah kaum, demikian juga halnya awal perjuangan menegakkan Islam di masa Rasulullah, banyak dari kalangan Sahabat awal yang terpercaya adalah para Pemuda bahkan diantaranya ada yang berumur 8 – 15 tahun.

Saudaraku para Pemuda, begitu banyak jaring-jaring yang dapat menarik kita ke lubang kehinaan di dunia ini. Bukan hanya industri-industri barang dan hiburan yang ingin meraup para Pemuda juga organisasi-organisasi yang tidak jelas arah dan bentuknya. Namun apakah kita akan menghabiskan energi hanya untuk meraup kesenangan dunia yang semu? Ataukah kita ingin mengorbankan waktu muda hanya untuk meraih kepuasan yang sia-sia? Ataukah kita lebih memilih untuk menyesal diakhir umur? Sementara Allah telah menunjukkan kekuasaannya dengan menggugurkan daun muda diatas batang yang kokoh. Seorang Pemuda muslim tentunya akan mengisi waktu dengan hidup yang lebih bermakna, dan hal ini hanya dapat dicapai jika karakter dan jiwanya telah melebur dengan al-Qur'an.

Jiwa hanya akan sejalan dengan al Qur'an jika telah meraih dan tertanam beberapa hal yang juga telah dimiliki oleh para pemuda dimasa awal Islam:
• Beriman tanpa keraguan sedikitpun terhadap kebenaran Allah dan kalam-Nya
Pemuda-pemuda Ashabul kahfi contoh teladan akan hal ini dimana keyakinannya kepada Allah telah melahirkan pengorbanan yang mulia, dan Allah telah mengabadikan kisah ini di dalam lembaran suci-Nya:
"Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan
Kami tambahkan kepada mereka petunjuk". (TQS. al Kahfi [18]: 13)

Keimanan pun harus dibangun tanpa keraguan sedikitpun, Firman Allah Swt:
"(Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang yang ragu-ragu". (TQS. Ali Imran [3]: 60)

• Beramal shaleh dan tunduk secara totalitas kepada Seruan Allah dan Rasul-Nya.

Allah Swt berfirman dalam lembaran suciNya:
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk". (TQS. al Bayyinah [98]: 7)

"Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim (Muhammad) dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan
mereka menerima dengan sepenuhnya". (TQS. an-Nisa [4]: 65)

• Selalu Haus dengan Ilmu
Allah Swt berfirman dalam al Qur'an al Karim:
"Katakanlah: 'adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?' Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran."
(TQS. az Zumar[39]: 9)

Rasulullah bersabda:
"Orang yang terbaik diantara kalian adalah orang yg mempelajari al Qur'an & mengajarkannya"
(THR. al Bukhari dari Utsman bin Affan ra)

• Selalu memuliakan al Qur'an disetiap saat
Rasulullah al Ma'shum berpesan:
"Apabila seseorang ingin berdialog dengan Rabbnya maka hendaklah dia membaca al Qur'an". (THR. Adailami dan Baihaqi)

"Orang yang didalam benaknya tidak ada sedikitpun dari al Qur'an ibarat rumah yang bobrok". (Mashabihussunnah)

• Berdakwah dan berjihad
"Orang yang terbaik diantara kalian adalah orang yg mempelajari al Qur'an & mengajarkannya".
(THR. al Bukhari dari Utsman bin Affan ra)

Bahkan seorang muslim akan siap mengorbankan harta dan dirinya agar Islam dapat tegak dimuka bumi, Rasulullah saw berpesan:
"Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mengatakan tidak ada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah (Laa Ilaaha Illallah)". (THR. al Bukhari dan Muslim)

Pintu menuju hidayah Allah terbentang luas dihadapan manusia namun tidak jarang beberapa manusia masih belum menemukan pintu tersebut, sebagaimana untuk meraih sifat-sifat diatas maka langkah-langkah awal yang harus dilakukan:

• Mencari majelis ilmu yang terpercaya, tempat mengkaji Islam secara rutin dan serius untuk membentuk pola pikir dan pola jiwa Islam. Jangan terlalu berharap dengan mata pelajaran/ kuliah di sekolah/ kampus untuk memperdalam ilmu Islam karena sungguh sistem pendidikan saat ini bukan mencetak manusia menjadi yang takut kepada Allah SWT, lihatlah kebayakan siswa/ mahasiswa sekarang yang dapat menghafal ayat-ayat Suci untuk persiapan menjelang ujian namun dalam realitanya banyak perilaku mereka yang malah menyimpang dari al-Qur’an.
Tetapi carilah majelis ilmu dimana saja, misalnya di dalam gerakan (harakoh) dakwah yang menjadikan penanaman ilmu Islam sebagai modal vital dalam berdakwah di tengah masyarakat, Rasulullah saw bersabda:
"Tiada sekolompok kaum yang berkumpul disalah satu Baitullah (Masjid) untuk membaca Kitabullah dan mengkajinya secara bergilir diantara mereka, melainkan mereka akan diberi ketenangan batin, dinaungi rahmat, dikerumuni Malaikat dan disebut oleh Allah sebagai orang yang berada disisi-Nya" (THR. Muslim dari Abu Hurairah ra).

Walau petunjuk (al Huda) dapat diperoleh dengan berusaha belajar sendiri namun tanpa ilmu malah hal ini dapat menjerumuskan ke dalam kemaksiatan, Rasulullah saw bersabda:
"Barangsiapa mengulas al Qur'an tanpa ilmu pengetahuan maka bersiaplah menduduki neraka".
(THR. Abu Dawud)

• Secara pribadi harus selalu menumbuhkan motivasi untuk menuntut ilmu (belajar untuk diterapkan) dan fastabiqul khaerat, Allah Swt berfirman:
"Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Dimana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu". (TQS. al Baqarah [2]: 148)

• Bergaul dengan orang-orang yang bertakwa, Allah Swt berfirman:
"Janganlah orang-orang mukmin menjadikan orang-orang kafir sebagai wali (teman akrab, pemimpin, pelindung, atau penolong) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Siapa saja yang berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah". (TQS. Ali Imran[3]: 28).

Rasulullah saw bersabda:
"Seseorang sejalan dan sealiran dengan kawan akrabnya, maka kamu berhati-hati dalam memilih kawan pendamping". (THR. Ahmad)

• Adanya saling muhasabah & amar ma'ruf nahi mungkar dlm pergaulan,
Berpesan Rasulullah saw:
"Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya. Apabila melihat aib padanya dia segera memperbaikinya". (THR. al Bukhari)

• Berdakwah & berupaya berada dlm komunitas pengemban dakwah, Allah Swt berfirman:
"Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung". (TQS. Ali Imran [3]: 104)

• Istiqomah di jalan Allah Swt, firman Allah Swt:
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: 'Tuhan kami ialah Allah'. Kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) bersedih hati". (TQS. al Ahqaaf [46]:13)

Saudaraku para Pemuda muslim, bangkitlah menuju kemuliaan Islam, raihlah hidup yang lebih bermakna dan jadilah orang yang terdepan dalam menggapai RidwanuLlah.

Saudaramu, Kanda Dil

COMMENTS :

Don't Spam Here

0 komentar to “PEMUDA BERJIWA QUR'ANI”

Posting Komentar

 

"BERFIKIR IDEOLOGIS, BERTINDAK SIYASIH, ISTIQAMAH DALAM DAKWAH" | Copyright © Hanya Milik Allah SWT | template By: NdyTeeN.. Powered by Blogger.