Selasa, 15 Desember 2009

Reportase Konferensi Mahasiswa Islam Indonesia Sulselbar

Makassar-13 Desembar 2009, Rintik hujan dan menyurukan langkah seribuan lebih Mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Se Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat berkumpul di auditorium al-Jibra kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Mereka adalah para peserta Konferensi Mahasiswa Islam Indonesia Se Sulselbar. Sebuah konferensi Akbar yang dilaksanakan oleh LDK LDM UMI Makassar sebagai Koodinator Wilayah BKLDK Sulawesi Selatan dan Sulawesi barat. Tak kurang dari 30 perwakilan Ldk dan perguruan tinggi hadir seperti LK Uswah UH, Fosdik UNM, LDK HUMANIORA poltek, Fosidi UIN, Umpar pare-pare, STAI Barru, dari BONE, Sinjai, Bulukumba, Unasman Sulbar, Amsir Pare-pare, STIEM pare-pare, STAI AL Fuqan, STIE rezki,LMND 45 ,AKbid Sandi Karsa, dll.


Hadir sebagai orator untuk sesi pertama adalah para pakar dan intelektual kampus seperti bapak Saifuddin almughni (PR III UVRI MKS) yang memaparkan wajah-wajah politik bangsa Indonesia sejak merdeka hingga hari ini adalah sama yakni politik kepentingan, kepentingan diri dan kelompok bukan kepentingan rakyat karenanya sebagai solusi terhadap permasalahan yang ada beliau menghibau untuk menjadikan Politik Islam sebagai pilihan utama sekaligus kewajiban bukan sebagai sebuah alternatif. Permasalahan Ekonomi negeri ini dikritisi secara tajam oleh Bapak Firman Manne Msi.Ak (Universitas 45 Makassar), menurutnya negeri ini akan terus terkungkung dalam nestafa ekonomi yang menyengsarakan rakyat selama penguasa dan rakyat di negeri tetap mempertahankan ekonomi kapitalistik liberal ala barat. Dibidang pendidikan,Arfah S.Kom (Kajur STIMIK AKBA) membeberkan bobroknya sistem pendidikan di negeri ini. alih -alih mecerdaskan bangsa (HDI indonesia ndonesia berada pada urutan 110 dari 170 negara) yang ada justru akidah generasi umat kian tergerus dengan kurikulum pendidikan sekular. Lagi-lagi Khilafah dengan segala keunggulannya menjadi ssatu-satunya solusi untuk keluar dari masalah ini. Sementara itu Arman Kamaruddin ST.MT (ketua Jurusan Informatika UNIFA) dalam orasinya mengupas tuntas fakta penjajahan asing atas negeri ini dibidang Sumber daya Alam. Betapa tidak kekayaan alam Indonesia dengan mudahnya diangkut keluar negeri sementara rakyat sendiri kelaparan. Terlebih lagi dengan lahirnya UU pro liberal seperti UU SDA, UU Migas, UU Kelistrikan,dll kian menunjukkan bahwa rezim yang ada hanyalah komprador-komprador barat.”Tak ada jalan lain rezim ini harus segera diganti dengan Khilafah” Tegas arman yang disambut gemuruh takbir peserta konferensi.

Di sesi 2 tampil perwakilan Mahasiswa dari empat etnis yang ada di Sulselbar yakni Makassar, Bugis, Mandar dan Toraja. Diawali dari Mahasiswa Makassar, akhuna Nur Syamsuddin yang memaparkan landasan normatif syariah dan khilafah sebagai mainstream pergerakan mahasiswa Muslim Lebih lanjut orator dari tanah bugis, akhuna Didin menegaskan bahwa perjuangan penegakan Khilafah adalah konsekuensi Iman karenanya tak ada alasan untuk menolaknya.

Perwakilan Mahasiswa dari mandar, akhuna Syamsuddin mengurai apa yang menjadi tema sentral konferensi kali ini yakni reposisi peran Mahasiswa dalam menyatukan visi intelektual menuju Indonesia yang kuat dan terdepan.

masing2 perwakilan mahasiswa memaparkan tentang landasan normatif gerakan, Reposis peran mahasiswa dan variabel-varibel perubahan khususnya Mahasiswa harus menjadikan Khilafah dan syariah sebagai visi-misi dan agenda utama gerakan Mahasiswa. Orator terakhir dari Toraja, akhuna Saifullah menggambarkan napak tilas pergerakan Mahasiswa mulai dari ORla ke Orba, dari Orba ke Orde reformasi semuanya bermuara pada titik yang sama yaitu penderitaan Rakyat. Dikatakannya reformasi yang ada sekarang ini adalah bentuk paling ideal dari reformasi, tapi toh reformasi tak menyelesaikan masalah. maka seharunya mahasiawa tidak menjadikan reformasi sebagai agenda utama, tapi harus mempertegas dan memperjelas Visi misi perjuangannya. untuk itulah bagi mahasiswa harus menjadikan penerapan syraiah dan penegakan Khilafah sebagai visi-misi bersama untuk membangun Indonesia yang kuat dan terdepan.

Di akhir konfererensi sebagai untuk menyatukan komitmen bersama, BE KORWIL BKLDK Sulselbar Muhammad Sabran mengundang ketua-ketua LDK, perwakilan BEM, dan utusan kampus untuk meng-Ikrarkan Sumpah Mahasiswa 18 Oktober 2009. Seluruh peserta mengikuti ikrar Sumpah dengan antusias dan bersemangat.

COMMENTS :

Don't Spam Here

0 komentar to “Reportase Konferensi Mahasiswa Islam Indonesia Sulselbar”

Posting Komentar

 

"BERFIKIR IDEOLOGIS, BERTINDAK SIYASIH, ISTIQAMAH DALAM DAKWAH" | Copyright © Hanya Milik Allah SWT | template By: NdyTeeN.. Powered by Blogger.